Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Sindrom Patah Hati Beserta Penyebabnya, Bisa Ganggu Fungsi Jantung

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Rabu, 02 November 2022 |09:16 WIB
Mengenal Sindrom Patah Hati Beserta Penyebabnya, Bisa Ganggu Fungsi Jantung
Ilustrasi Patah Hati (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MENGENAL sindrom patah hati beserta penyebabnya yang tak banyak orang tahu. Banyak orang yang mengetahui patah hati terkait dengan kandasnya suatu hubungan.

Namun, pada kenyataannya patah hati sendiri termasuk kondisi tubuh yang serupa dengan serangan jantung. Sindrom patah hati disebut juga kardiomiopati stres atau kardiomiopati takotsubo yang termasuk kondisi nyata.

Patah Hati

Lantas, apa pengertian terkait sindrom patah hati beserta penyebabnya? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan okezone berikut ini.

Melansir dari Cleveland Clinic, sindrom patah hati adalah kondisi jantung sementara dan reversibel yang gejalanya mirip dengan serangan jantung. Hanya saja, sindrom patah hati terjadi ketika stres fisik atau emosional tiba-tiba yang menyebabkan melemahnya otot jantung dengan cepat.

Penderita mungkin mengira sedang mengalami serangan jantung. Sebab sindrom ini gejalanya sama dengan serangan jantung, yakni: sesak napas dan nyeri dada.

Akan tetapi, pada sindrom patah hati, sebagian besar penderita tidak mengalami penyumbatan arteri koroner atau kerusakan jantung permanen, dan umumnya pemulihannya cepat dan penuh.

Perlu diketahui, penyebab pasti sindrom patah hati tidak sepenuhnya dipahami.

Saat penderita bereaksi terhadap stres fisik atau emosional, tubuh akan melepaskan hormon stres dalam darah seperti hormon adrenalin, noradrenalin, epinefrin dan norepinefrin.

Para ahli berpikir bahwa hormon-hormon tersebut untuk sementara mengganggu fungsi jantung.

Adapun sindrom patah hati mengganggu:

-Mengganggu ritme jantung yang normal dan stabil atau ritme detak jantung.

-Menyebabkan bagian dari jantung untuk sementara membesar terutama bagian bawah ventrikel kiri.

-Menyebabkan kontraksi yang lebih kuat di area lain di jantung.

-Perubahan yang ada menyebabkan kegagalan otot jantung sementara.

Perawatan yang dapat dilakukan saat mengalami sindrom patah hati adalah konsumsi obat jantung, obat anti-kecemasan, manajemen stres dan rehabilitasi jantung. Sementara untuk pencegahannya dapat melakukan beberapa aktivitas penunjang gaya hidup sehat, seperti berlatih yoga, meditasi, mandi air hangat; relaksasi dengan menyalakan lilin beraroma.

Itulah pemahaman terkait mengenal sindrom patah hati beserta penyebabnya yang tak banyak orang ketahui. Semoga bermanfaat!

(RIN)

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement