Sehingga akhirnya bisa menghambat proses pemulihan mereka. Kebencian dan stigma ini, justru akan menciptakan konflik sosial dan tidak membantu menyelesaikan situasi.
(Foto: Woo Cheol Hoon/ Kyunghyang -Koreaboo)
Senada dengan para ahli psikiatri, Asosiasi Keperawatan Korea dan Asosiasi Keperawatan Psikiatri juga menerangkan trauma psikologis bisa dialami oleh orang-orang yang melihat video dan foto di lokasi kejadian tragedi, menyebar begitu luas dan mudah di linimasa sosial media. Sehingga mudah dilihat tanpa persiapan.
Para perawat mengimbau dan mengingatkan, tragedi seperti ini merupakan contoh situasi yang membutuhkan dukungan kesehatan mental skala besar. Mengingat ini jadi kejadian mengagetkan bagi banyak orang. Tidak hanya keluarga dan kolega dari para korban meninggal, tapi juga korban yang terluka dan keluarganya, saksi mata, dan para petugas darurat yang bertugas.
BACA JUGA:Kenali Gangguan Mental OCD Bisa Muncul Saat Pubertas
BACA JUGA:Menkes Sebut Kasus Gangguan Ginjal Akut Turun Drastis, Pakar Kesehatan Pertanyakan Soal Data?
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.