HEWAN pengerat satu ini, tentunya selalu diidentikan dengan kata kotor. Bagaimana tidak, tikus sangat senang bersarang di bak-bak sampah atau tinggal di selokkan air dengan lumpur yang berbau menyengat. Tak hanya kotor, tikus juga terkadang dianggap sebagai hama.
Tapi ada yang berbeda dengan tikus bernama satu ini, ya! Magawa. Dilansir dari NBC News (30/10), Berbeda dengan tikus dikelompoknya, ia menjadi hewan pengerat pertama yang baru saja dianugerahi medali emas atas misi yang ia lakukan pada Jumat. Magawa dianugerahi medali emas bergengsi setelah berhasil mendeteksi ranjau darat, yang tidak meledak serta menyelamatkan banyak nyawa di Kamboja.

Magawa yang dijuluki sebagai “tikus pahlawan” ini dihadiahkan kerah biru kecil dan medali emas mini oleh badan amal veteriner Inggris, People's Dispensary for Sick Animals (PDSA) pada hari Jumat.
"Pekerjaan Magawa secara langsung menyelamatkan dan mengubah kehidupan pria, wanita, dan anak-anak yang terkena dampak ranjau darat ini. Setiap penemuan yang dia buat mengurangi risiko cedera atau kematian bagi masyarakat setempat," kata direktur jenderal PDSA Jan McLoughlin, dalam sebuah pernyataan.
"Kami sangat senang untuk memberinya Medali Emas PDSA."
Tikus jenis The African Giant-Pouched ini, dilatih untuk mendeteksi ranjau darat oleh badan amal APPO yang berbasis di Belgia.
“Menggunakan indra penciuman dan ingatan yang sangat baik, Magawa telah menemukan 39 ranjau darat dan 28 item persenjataan yang tidak meledak dan dapat mencari area seukuran lapangan tenis dalam 30 menit, sesuatu yang akan memakan waktu hingga empat hari bagi manusia dengan detektor logam.” Jelas badan amal APPO.
"Tidak seperti detektor logam, tikus mengabaikan besi tua dan hanya mengendus bahan peledak yang menjadikannya detektor ranjau darat yang cepat dan efisien," kata Christophe Cox, kepala eksekutif APPO, organisasi nirlaba yang melatih Magawa. Ini juga melatih makhluk untuk mendeteksi tuberkulosis.
"Ini tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi mengembalikan tanah aman yang sangat dibutuhkan kembali ke masyarakat secepat dan seefektif mungkin," tambah Cox.