Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Palpitasi Jantung: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pencegahan

Cita Zenitha , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2022 |09:45 WIB
Palpitasi Jantung: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pencegahan
Ilustrasi Palpitasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PALPITASI jantung adalah keadaan jantung mengalami debaran atau getaran sangat cepat dan tidak teratur. Debaran jantung yang tidak menentu menimbulkan rasa tidak nyaman.

Penderita palpitasi jantung atau jantung berdebar dapat merasakan detak jantungnya saat beraktivitas. Detak jantung terasa mulai dari dada, leher hingga tenggorokan.

Jantung

Debaran berlangsung beberapa detik, menit atau bahkan lebih lama.Banyak orang khawatir akan kondisi ini. Sejatinya palpitasi jantung biasanya tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus palpitasi jantung menjadi gejala dasar kondisi serius.

Setiap orang memiliki gejala yang berbeda-beda. Palpitasi jantung bahkan bisa terasa pada kondisi tertentu seperti pheochromocytoma, hipoglikemia, hipokalemia, hypermagnesemia, hiperkalemia, hypomagnesemia dan hipertiroid.

Palpitasi jantung dapat disebabkan oleh:

-Kehamilan

-Perubahan hormon

-Kurang tidur

-Kondisi emosional tidak menentu seperti kecemasan berlebihan, panik, depresi

-Melakukan olahraga berat

-Konsumsi rokok, alkohol dan kafein berlebihan

-Mengkonsumsi obat-obatan mengandung pseudoefedrin

Pencegahan Palpitasi Jantung:

-Mengontrol pikiran agar tetap rileks

-Lakukan latihan pernafasan, olahraga, yoga dan meditasi

-Terapkan pola hidup sehat

-Hindari aktivitas berat yang memicu detak jantung berlebihan

-Hindari makanan atau minuman penyebab kolesterol

-Hindari rokok dan obat-obatan seperti nikotin

(RIN)

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement