Sementara itu, paparan singkat terhadap suara kebisingan lalu lintas umumnya memperburuk keadaan depresi, terutama jika klip audio melibatkan banyak sumber suara lalu lintas yang berbeda.Dalam eksperimen ini, baik kicau burung maupun kebisingan lalu lintas tidak punya dampak nyata pada kinerja kognitif, yaitu memori kerja.
Menurut Emil Stobbe, selaku penulis studi dengan Lise Meitner Group, hasil penelitian memiliki beberapa implikasi bagi pemahaman manusia tentang bagaimana lingkungan mempengaruhi kesejahteraan diri kita.
"Kehadiran kicau burung mungkin merupakan indikasi halus dari lingkungan alam yang utuh yang menandakan ruang aman yang vital, berharga secara biologis, dan bebas ancaman bagi manusia. Ini mungkin menjelaskan efek menguntungkan dari berkurangnya kecemasan dan paranoia,” kata Emil.
"Penjelasan alternatifnya adalah bahwa manusia pada umumnya dapat mengasosiasikan pengalaman positif dengan suara alami, seperti kicau burung, yang ketika suara terdengar, mengaktifkan ingatan ini dan menghilangkan stres," tambahnya.
Menariknya hasil penelitian dari studi tim peneliti di Jerman inim juga didukung oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di lingkungan alami bisa membantu mengurangi gejala stres atau kecemasan dan memberikan manfaat umum untuk kesejahteraan.
"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa alam, terutama kicau burung, air dan angin, berlawanan dengan suara buatan manusia, terkait dengan hasil kesehatan mental yang lebih baik. Kami beralasan bahwa mempelajari soundscapes seperti itu, bisa jadi cara yang menjanjikan untuk mempengaruhi kondisi mental (seseorang)," tutup Emil.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.