Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alat Pasung Mulut, Hukuman Sadis untuk Perempuan yang Doyan Julid

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 13 Oktober 2022 |12:34 WIB
Alat Pasung Mulut, Hukuman Sadis untuk Perempuan yang Doyan Julid
Scold Bride. (Foto: museumofwitchandmagic)
A
A
A

Stigma ini kemudian merambat ke kepercayaan bahwa wanita pendiam lebih dianggap cantik daripada yang bawel. Kepercayaan ini eksis di abad ke-18. Kelompok dukun perempuan pun kena imbas dari adanya alat pasung mulut ini. Tapi dukun yang dimaksud bukan lah para penyihir, melainkan orang yang memiliki kemampuan.

Menurut sejarah, di zaman dulu dukun perempuan dianggap punya power yang besar. Nah, untuk membungkam power tersebut, alat pasung ini dipakaikan ke mulut dukun perempuan.

"Dukun di zaman dulu adalah mereka yang dianggap cerdas yang harus dibungkam suaranya. Tapi, karena alat pasung mulut, kekuatannya dirampas. Lidahnya tak lagi berkuasa," bunyi pernyataan museum.

Hingga abad ke-19, alat pasung mulut diperkirakan masih ada di Inggris, jumlahnya 33 buah. Penggunaannya berangsur-angsur berkurang ketika orang-orang Victoria menghapus hukuman kuno tersebut dengan alasan tidak rasional dan melanggar hak asasi manusia.

Terlebih, di abad ke-19 perempuan mendapatkan banyak hak hukum daripada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu juga, produksi alat pasung mulut semakin berkurang di Inggris.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement