Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jadi Pemisah Asia dan Eropa, Ini 6 Fakta Unik Selat Bosporus yang Perlu Traveler Tahu

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2022 |08:00 WIB
Jadi Pemisah Asia dan Eropa, Ini 6 Fakta Unik Selat Bosporus yang Perlu Traveler Tahu
Selat Bosporus pemisah Asia dan Eropa (Foto: Unsplash via GBNews)
A
A
A

ADA 6 fakta unik dan menarik Selat Bosporus yang merupakan laut pemisah antara Asia dan Eropa. Secara geografis, Asia terletak antara Benua Eropa dan Australia serta di antara Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Arktic.

Jadi Asia dan Eropa dipisahkan oleh Selat Bosporus. Selat ini memisahkan antara Negara Turki bagian Eropa dan Asia.

Uniknya, selat ini menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Mati. Tak hanya itu, ternyata selat satu ini memiliki beberapa faktya unik dan menarik.

Lantas, apa saja fakta unik dan menarik Selat Bosporus? Simak penjelasannya.

1. Rute perdagangan tersibuk di dunia

Selat Bosporus menjadi salah satu jalur tersibuk di dunia. Bahkan per tahunnya tercatat 48.000 kapal yang melintas. Sehingga membuat selat ini termasuk kawasan yang kepadatan tiga hingga empat kali dari Terusan Suez dan Panama.

Peningkatan ini terjadi sejak penandatanganan Montreux Convention pada 1936 yang membuat kapal dagang dapat dengan bebas melewatinya. Meski begitu, kapal perang tidak boleh melintas.

2. Titik perdagangan minyak dunia

Selat Bosporus selain sebagai jalur perdagangan juga menjadi salah satu rute terpenting bagi perdagangan minyak dunia. Terlebih untuk negara di sekitar Laut Kaspia seperti Rusia. Tercatat 3 juta barel minyak melewati selat ini setiap harinya.

3. Jalur yang sangat sempit

Kawasan ini juga menjadi jalur laut yang sangat sulit untuk dilewati. Pasalnya, lebar selat ini cukup sempit di beberapa titik. Bahkan ada yang hanya memiliki lebar 800 meter, sehingga menjadi tantangan bagi setiap kapal yang melintas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement