Kondisi ini terjadi ketika parasit acanthamoeba, terperangkap di antara kornea dan lensa kontak. Kemudian, kemungkinan besar bakteri akan memakan kornea. Inilah yang dapat menyebabkan rasa sakit yang parah, bahkan dalam seperempat kasus yang terjadi kondisi ini akhirnya bisa berakibat fatal karena menimbulkan kebutaan.
Melalui studi ini, para peneliti mendapat kalau orang yang memakai lensa kontak yang dapat digunakan berulang kembali (contohnya lensa kontak bulanan) punya kemungkinan 3,8 kali lebih besar mengembangkan infeksi kornea, jika dibandingkan dengan orang yang memakai contact lens hanya sekali pakai setiap hari.
Menurut peneliti, meskipun lensa kontak umumnya sangat aman dan risiko infeksi korna ini kecil, namun AK adalah satu-satunya komplikasi penggunaan lensa kontak yang mengancam daya indera penglihatan. Selain itu, para peneliti menilai penggunaan lensa kontak ini sekarang menjadi penyebab utama kasus infeksi korna pada pasien dengan mata yang sehat di negara-negara di utara global.
“Dalam beberapa tahun terakhir kami telah melihat peningkatan Acanthamoeba Keratitis di Inggris dan Eropa. Meskipun infeksi masih jarang, kondisi itu dapat dicegah dan memerlukan tanggapan kesehatan dari masyarakat," ujar penulis studi, Profesor John Dart.
Senada dengan Profesor John, para peneliti dan Rumah Sakit Mata Moorfields memperkirakan bahwa 30 sampai 62 persen kasus infeksi kornea ini sebetulnya dapat dicegah jika pengguna lensa kontak beralih dari contact lens yang bisa dipakai berulang kali menjadi ke lensa kontak sekali pakai.
BACA JUGA:Studi: Pria dengan Mr P Besar Dianggap Lebih Menarik, Setuju?
BACA JUGA:Studi: Bumil yang Sering Cemas, Bisa Tingkatkan Risiko Kelahiran Prematur
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.