Tak main-main dalam pengerjaan Terowongan Sasaksaat ini, dibangun siang dan malam dilakukan oleh tenaga kerja mulai dari orang pribumi, Cina dan Eropa.
Orang Pribumi dan China kebanyakan bekerja sebagai kuli. Sementara orang Eropa sebagai kepala cabang, mandor pekerja, pemborong dan teknisi.
Adapun teknis pembangunan terowongan ini dengan cara melakukan penggalian di bagian sisi arah utara dan selatan, yang kemudian dilakukan secara bersamaan.
Setelah proses yang begitu panjang, akhirnya Terowongan Sasaksaat ini rampung. Awal pengoperasiannya, terowongan yang berada di koridor Purwakarta-Padalarang ini digunakan sebagai sarana penumpang serta pengangkutan komoditas ekspor seperti kopi, teh, beras serta pengangkutan hasil pertanian sehari-hari masyarakat di Wilayah Bandung.
Lalu saat ini terowongan yang berada di bawah KAI Daerah Operasi II Bandung dilewati oleh kereta api jarak jauh seperti Argo Parahyangan, Harina, Ciremai, Serayu, kereta api lokal Cibatu-Purwakarta dan kereta angkutan barang.
(Salman Mardira)