KASUS manusia dimangsa ular besar sudah terjadi berulang kali di Indonesia. Jenis ular yang sering menelan manusia adalah piton atau sanca. Ular ini memang berukuran besar dan lilitannya sangat mematikan.
Ular piton melumpuhkan mangsa dengan melilitnya sampai tulang-tulangnya remuk. Setelah korbannya tak berdaya, baru ditelan sampai habis.
Kasus manusia dimangsa ular sering terjadi di kawasan sungai, rawa, hutan bahkan lahan sawit yang kerap dijadikan sebagai tempat ular bersembunyi.
Berikut tiga kasus manusia ditelan ular yang terjadi di Indonesia.
1. Bocah SMP di Medan Diterkam Piton
Siswa SMP PGRI Tembung, Medan, Sumatera Utara bernama Zakaria tewas diserang ular piton sebesar tiang listrik, pada 18 Maret 2010. Dia diterkam ular saat asyik bermain bersama teman-temannya di Sungai Tembung.
Zakaria sempat berupaya melawan, tapi kakinya sudah terlilit sangat kuat lalu ular menguasai seluruh tubuhnya. Bocah yang sudah tak berdaya itu dililit dan tubuhnya diputar-putar oleh ular di semak-semak hingga jatuh ke pinggiran sungai.
Namun, ada seorang warga bernama Jahri Sihombing yang kebetulan saat itu berada tak jauh dari lokasi langsung bergegas menyelamatkan korban dengan memukul kepala ular pakai bambu.
Berkali-kali dipukul akhirnya ular piton tersebut melepaskan jasad Zakaria. Ular itu kabur sedangkan Zakaria kehilangan nyawa.
BACA JUGA: Mitos Anaconda Ular Raksasa Penguasa Hutan Amazon
2. Petani Sawit Ditelan Ular Piton
Seorang petani sawit bernama Salibiro Akbar (25) warga Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat tewas ditelan ular sanca. Tubuhnya ditemukan dalam perut ular, pada 27 Maret 2017, dua hari setelah dilaporkan hilang.
Mulanya korban pergi ke kebun sawit miliknya untuk memanen. Tapi, setelah itu dia tak kunjung pulang. Ternyata korban sudah dimangsa ular.
Warga berhasil menangkap ular tersebut dan membelah badannya. Ternyata di dalam perut ular ada jasad Akbar.