ZODIAK biasanya menggambarkan sifat dan karakter seseorang. Zodiak pun menggunakan bulan dan tanggal kelahiran sebagai patokan. Ramalan zodiak pun dapat dilihat dari rasi-rasi bintang di langit.
Saat ini, memang ada 12 tanda pada zodiak sesuai dengan rasi bintang. Tapi tahukah Anda, jika sebenarnya rasi bintang ada 13? Lantas, apa sih rasi bintang baru tersebut.
Rasi ke-13 atau biasa disebut dengan zodiak ke-13 yakni Ophiuchus. Tanda bintang ini ditemukan NASA sudah cukup lama. Hanya saja, pada prosesnya ini tidak mengubah tanda zodiak semua orang.
Menurut Snopes, cerita-cerita ini telah beredar secara online setidaknya sejak tahun 2002 melalui berbagai e-mail berantai dan postingan viral dari blog. Banyak berita heboh bermunculan pada awal tahun 2016, setelah NASA menerbitkan postingan blog terkait Ophiuchus.
Baru-baru ini, USA Today melacak beberapa headline di tahun 2020 tentang "tanda zodiak ke-13" yang mengacu kepada unggahan facebook salah satu stasiun radio di Virginia yang viral.

Meskipun Ophiuchus bukan bagian dari zodiak, Ophiuchus sendiri adalah rasi bintang, dan penampilan rasi bintang ini di langit telah berubah seiring berjalannya waktu. Tapi ini merupakan astronomi, bukan astrologi dan hal ini tidak mempengaruhi zodiakmu.
Faktanya, rasi bintang ini sudah diketahui selama ribuan tahun. Menurut The Guardian, penyebutan Ophiuchus pertama yang tercatat adalah pada tahun 300 SM. Rasi ini selalu menjadi bagian dari jalur Matahari di langit (atau ekliptika) dan telah diabaikan dari astrologi.
Asal usul zodiak dimulai dari sekitar 2.500 tahun yang lalu, ketika orang Babilonia memisahkan langit menjadi 12 bagian yang berbeda. Mereka mempelajari hubungan antara penempatan rasi bintang di langit dan pergerakan Matahari, dan hasilnya lahirlah 12 zodiak.
Mereka juga melihat konstelasi Ophiuchus, tetapi karena tidak cocok dengan salah satu dari 12 irisan ini, mereka memutuskan untuk tidak memasukkannya ke dalam tanda zodiak, begitu juga dengan ratusan rasi bintang lainnya.
Namun, poros Bumi yang selalu berputar berarti tidak ada rasi bintang yang berada di tempat yang sama, jika dilihat dari Bumi. Bersamaan dengan keberadaan rasi yang tidak baru ini, membuat beberapa orang berpendapat bahwa tanda-tanda astrologi yang kita semua kenali akan berubah.