Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Sederhana Menghindari Alergi Zat Aditif Makanan

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2022 |10:45 WIB
Tips Sederhana Menghindari Alergi Zat Aditif Makanan
salad kemasan, (Foto: Freepik)
A
A
A

TENGAH ramai soal produk saus dan kecap asal Indonesia yang ditarik oleh Badan Pangan Singapura, Singapore Food Agency (SFA) pada Selasa 6 September lalu, lantaran memiliki dua kandungan alergen yang tak disebutkan secara lengkap pada keterangan.

Berdasarkan identifikasi yang dilakukan SFA, ditemukan adanya sulfur dioksida pada kedua produk tersebut. Sementara kandungan asam benzoat ditemukan pada produk saus sambal.

Asam benzoat biasanya digunakan dalam minuman berkarbonasi, sirup, salad buah, icings, selai, jeli, margarin asin, daging cincang, acar, pie, isian kue, salad kemasan, koktail buah, kecap, dan kaviar. Tingkat penggunaan berkisar dari 0,05 hingga 0,1 persen.

Meski begitu, mengonsumsi asam benzoat secara berlebihan bisa menyebabkan diare, sakit perut, dan gejala lainnya, bahkan mengganggu proses metabolisme dalam tubuh.

Selain itu, zat aditif tersebut juga bisa menyebabkan efek samping pada beberapa orang. Misalnya, iritasi dan peradangan. Beberapa orang juga mungkin bisa mengalami reaksi alergi, contohnya gatal-gatal dan bengkak usai mengonsumsi makanan yang mengandung asam benzoat.

Sementara sulfur dioksida (SO2), salah satu zat aditif makanan yang digunakan sebagai pengawet. Sifat antimikroba yang dimiliki sulfur dioksida dapat mencegah makanan mengalami pembusukan yang disebabkan oleh mikroorganisme.

Tak hanya itu, sifat antioksidan zat aditif tersebut juga mampu menghambat oksidasi kimia dan enzimatik, sehingga mencegah makanan menjadi gelap. Maka dari itu, sulfur dioksida sering digunakan pada berbagai makanan dan minuman.

Sulfur dioksida ternyata juga bisa menimbulkan risiko kesehatan. Zat aditif makanan tersebut bisa menyebabkan dermatitis, urtikaria, hipotensi, dan diare pada orang yang sensitif.

Zat ini juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan, terutama pada orang dengan penyakit asma dan anak-anak. Bahkan, sulfur dioksida juga bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti serangan asma, sakit kepala dan mual pada orang yang rentan.

Banyaknya makanan yang mengandung zat aditif membuat konsumen harus sangat teliti. Terutama terhadap makanan dalam kemasan, makanan olahan dan makanan yang diproses.

Sebenarnya, makanan berpengawet yang dijual di supermarket sudah melewati tes keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia. Namun, mengingat beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap zat aditif, sehingga perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan berpengawet, seperti saus dan kecap.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari dampak buruk zat aditif, seperti sulfur dioksida dan asam benzoat adalah dengan teliti membaca kandungan yang tertera pada label kemasan atau dengan kata lain, memang menghindari faktor yang menjadi pemicunya.

Selain itu, bisa temui dokter untuk melakukan tes alergi bila Anda merasa memiliki alergi terhadap kedua zat aditif tersebut. Sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan sedini dan setepat mungkin. Demikian sebagaimana dihimpun dari Halodoc, Jumat, (9/9/2022).

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement