Sementara itu, Pakar Jantung lainnya, Dokter Donny Yugo mengatakan, 1 dari 3 orang berisiko mendapatkan atrial fibrilasi sepanjang hidupnya terutama di atas usia 55 tahun.
Di Indonesia dan India, sekitar 600-700 kasus orang dalam 100.000 penduduk. Hal ini juga berakibat meningkatnya pembiayaan dan handicap kesehatan untuk penyakit ini.
BACA JUGA:Studi: Komplikasi Virus Cacar Monyet Diduga Sebabkan Kerusakan Jantung
Dokter Arwin menambahkan, terdapat teknologi untuk melihat gangguan irama jantung ini melalui teknologi FFR (invasif fractional flow reserve), ini merupakan alat pemeriksaan pembuluh darah dengan memasukkan wire untuk menilai aliran di pembuluh darah koroner. Dengan pemeriksaan yang tepat, maka diagnosis yang benar bisa dilakukan untuk menyembuhkan gangguan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.