KASUS HIV pada anak di Indonesia, bisa dibilang begitu mengkhawatirkan. Pasalnya, tercatat lebih dari 1000 anak di Indonesia, diketahui positif terinfeksi HIV.
Merujuk pada data yang diperoleh sejak Januari hingga Juni 2022, sebanyak 1188 anak Indonesia positif HIV di 2022. Dari laporan IDAI tersebut, kelompok usia 15-19 tahun yang dikategorikan sebagai remaja menjadi kelompok paling banyak terinfeksi HIV. Lalu, bayi berusia di bawah 4 tahun pun kasusnya banyak.
Secara lebih detail, kasus HIV pada usia di bawah 4 tahun sebanyak 274 kasus, usia 5-14 tahun 173 kasus, dan usia 15-19 tahun sebanyak 741 kasus.
Menurut Ketua Satgas HIV Anak IDAI, dr. Endah Citraresmi, SpA(K), kelompok remaja paling banyak terinfeksi HIV akibat perilaku seks bebas sesama jenis. Kemudian, faktor penyebab lain adalah penggunaan narkoba jarum suntik.
"Makin ke sini banyak ditemukan kasus HIV pada remaja, akibat seks bebas sesama jenis. Ini salah satu penyebab utama remaja Indonesia terinfeksi HIV," kata dr Endah di sesi media interview secara virtual, baru-baru ini.
Diperlukan upaya pencegahan lebih serius, karena kasus yang terjadi semakin banyak ditemukan di masyarakat. Dokter Endah menyarankan dilakukannya edukasi reproduksi seksual di kalangan remaja untuk mencegah terjadinya kasus HIV.