"Celakanya HIV ini virus yang pintar. Kenapa? Karena bermutasi dari obat yang terpapar tadi. Jadi mutasinya tidak mempan lagi dengan obat yang diberikan. Itulah mengapa kalau mau mengobati HIV, prinsip utamanya adalah tidak boleh obat tunggal," jelasnya.
Kasus HIV pada anak, menurut Dr Endah sama seperti kasus hipertensi atau diabetes. Di mana pasien membutuhkan obat seumur hidupnya, saat ini untuk HIV obat sudah dikembangkan cukup 1 obat dalam sehari.
"Meskipun sudah dikembangkan, baru yang satu obat sudah mewakili 3 obat seperti obat yang tadinya diminum 3. Jadi satu saja dan lebih memudahkan cukup sehari sekali satu obat akan memperbaiki hidup HIV. Kaya orang hipertensi aja atau diabetes yang minum obat seumur hidup," imbuh Dr Endah.
(Martin Bagya Kertiyasa)