BELAKANGAN kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) memang tengah mencuat. Awalnya, kasus ini membuat heboh di bandung, karena tercatat ada ribuan mahasiswa yang terpapar HIV.
Tapi, Kementerian Kesehatan melaporkan data terbaru kasus HIV di Indonesia hingga Juni 2022. DKI Jakarta merupakan wilayah dengan kasus HIV terbanyak se-Indonesia. Per Juni 2022, kasus HIV di DKI Jakarta sudah mencapai 90. 956 kasus. Lalu, posisi kedua ada Jawa Timur (78.238), dan Jawa Barat (57.246).
Menurut Dr Endah Citraresmi, SpA(K) - Ketua Satgas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa dalam menangani kasus HIV pada anak membutuhkan obat. Obat yang diberikan pun tidak cukup satu jenis, Dr Endah menambahkan bahwa bisa sampai 3 jenis obat harus diminum seumur hidup.
"Minimal kita berikan saya ini paling tidak dua atau tiga jenis obat, dan kemudian harus diberikan terus menerus, setiap hari tidak boleh putus dan sampai saat ini atau seumur hidup," kata Dr Endah Ketua Satgas HIV IDAI, dalam Media Interview secara online.
Dalam penjelasannya, virus HIV masuk ke dalam tubuh anak terus berkembang biak dan mereplikasi. HIV pun disebut virus terpintar karena mampu kebal terhadap obat yang sebelumnya diberikan.
Virus HIV disebut bisa menciptakan protein sendiri di alam tubuh. Hingga akhirnya menyerang banyak sel dalam tubuh, terutama sel CD4 atau sistem kekebalan tubuh (imunitas) anak.