BELUM lama ini suami istri di India, Gopichand dan Chandravati jadi pemberitaan, karena diketahui memiliki anak pertama mereka di usia lanjut. Tepatnya di usia sudah 75 dan 70 tahun.
Pasangan suami istri dari negara bagian Rajasthan di India satu ini berhasil memiliki anak pertamanya setelah 54 tahun menikah, menjadikan Gopichand dan Chandravati jadi salah satu pasangan tertua yang memiliki anak dalam sejarah, seperti dilapor Oddity Central.
Hamil di usia tua, bahkan lanjut seperti yang dialami Chandravati di atas memang bukan tanpa risiko. Secara medis, memang ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan apabila mau memiliki anak di usia 50-an karena dianggap memiliki risiko yang tinggi.
Apa saja saja risikonya, baik saat hamil, melahirkan dan bahkan untuk sang bayi itu sendiri? Berikut paparannya, seperti dilansir dari Healthline yang sudah ditinjau secara medis oleh Carolyn Kay, M.D.

1. Saat kehamilan
Ada beberapa risiko apabila memiliki bayi atau hamil di usia 50-an, mulai dari preeklamsia (sejenis tekanan darah tinggi yang berkembang selama kehamilan yang bisa mengancam jiwa), diabetes gestasional kehamilan, kehamilan ektopik (ketika sel telur menempel di luar rahim), risiko lebih tinggi untuk persalinan sesar, keguguran bahkan risiko bayi lahir mati.
2. Saat persalinan atau melahirkan
Setelah usia 50 tahun, ada risiko tambahan yang perlu dipertimbangkan yaitu terkait dengan persalinan. Disebutkan lebih lanjut, kemungkinan besar persalinan akan dilakukan dengan operasi caesar karena usia dan perawatan kesuburan sebelumnya, yang bisa menyebabkan preeklamsia.
Alasan lainnya, bisa juga karena plasenta previa, kondisi yang sering terjadi pada kehamilan usia 50-an, yakni jadi risiko yang lebih tinggi, yang pada akhirnya membuat sang ibu harus melahirkan lewat operasi caesar juga.
BACA JUGA:6 Tanda Kehamilan Sehat, Salah Satunya Payudara Membesar
3. Saat bayi lahir
Semakin tua usia ibu ketika memiliki bayi, semakin tinggi risiko bayi akan mengalami ketidakmampuan untuk belajar, lahir cacat, mengalami perbedaan terkait kromosom (contohnya mengalami down syndrome), dan berat badan lahir yang rendah (prematur).
Sebagai catatan, jika ingin memiliki bayi padahal usia Anda sudah 50-an, namun belum mengalami menopause, disarankan sebelum mencoba hamil, untuk membicarakannya dengan dokter terlebih dahulu tentang kondisi kesehatan dan faktor risiko yang bisa mengganggu kehamilan Anda.
(Dyah Ratna Meta Novia)