“Karena masalah ini bukan masalah Kemenkes saja, tapi juga masalah nasional. Dan para perempuan yang sudah dewasa juga harus sudah mempunyai awareness tentang kebersihan organ intim mereka,” lanjutnya.
Sebagai informasi, deteksi dini kanker serviks yang ada saat ini yaknj meliputi IVA (Inspeksi visual asam asetat), Papsmear, Papsmear Berbasis Cairan, dan HPV DNA.
Tes HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi sejak awal terjadinya infeksi virus HPV risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks. Di Indonesia subtipe HPV 16,18,45 dan 52 menjadi tipe risiko tinggi yang cukup banyak ditemukan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.