Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Sederet Faktor Risiko yang Bisa Sebabkan Kanker Usus

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Selasa, 23 Agustus 2022 |20:27 WIB
Kenali Sederet Faktor Risiko yang Bisa Sebabkan Kanker Usus
Ilustrasi Kanker Usus. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

DI Indonesia angka kanker usus atau kolorektal masuk dalam urutan ke enam tertinggi. Menurut data GLOBOCAN 2020, terdapat sekira 17.000-an penderita baru tiap tahunnya.

Seperti kanker lainnya, kanker usus terjadi ketika ada mutasi abnormal pada sel-sel di usus. Penyebab mutasi ini bisa dipicuh oleh beberapa faktor.

Pada dasarnya, faktor risiko pada segala jenis kanker – termasuk kanker kolorektal tetap sama. Ada faktor yang tidak dapat dimodifikasi seperti genetik, jenis kelamin, dan usia serta faktor gaya hidup yang bisa dimodifikasi.

Meskipun ada beberapa faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan ada pula yang tidak, semua faktor tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling memengaruhi satu sama lain.

Untuk mengurangi risiko Anda terkena kanker usus. Sangat penting untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa meningkatkan kejadiannya. Berikut faktor risiko kanker usus yang harus diketahui, seperti dilansir dari KlikDokter:

Genetik

Seperti sudah banyak diketahui bahwa risiko kanker meningkat ketika seseorang mempunyai riwayat genetik dari orang tuanya. Untuk mengetahuinya, cari tahu apakah orang tua atau kakek dan nenek Anda ada yang pernah mengalami kanker.

Kanker Usus

Riwayat penyakit usus tertentu

Penyakit radang usus seperti Crohn’s disease dan kolitis ulserative merupakan kondisi pada usus besar mengalami peradangan dalam jangka waktu lama. Hal ini juga menjadi salah satu faktor risiko kanker usus.

Penderita penyakit tersebut yang sudah bertahun-tahun, terutama jika tidak diobati, sering mengalami displasia. Displasia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sel-sel di lapisan usus besar atau rektum yang terlihat tidak normal, tetapi bukan sel kanker. Sel yang displasia inilah yang dapat berubah menjadi kanker.

Usia

Ketika memasuki usia tua tentunya segala sistem di tubuh akan menurun fungsinya, termasuk sel yang menghambat terjadinya kanker. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2015, memasuki usia di atas 45 tahun risiko terjadinya kanker kolorektal meningkat, apalagi di atas usia 65 tahun.

Jenis kelamin dan ras

Kanker kolorektal ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Sementara itu, dari segi ras, orang Afrika-Amerika dan Eropa timur merupakan ras yang mempunyai risiko kanker kolorektal paling tinggi di dunia.

Makanan

Orang yang tidak suka makan sayur dan buah yang mengandung serat tinggi rentan mengalami perlukaan dan polip kolorektal, sehingga meningkatkan risiko kanker kolorektal. Selain itu, makanan tinggi lemak seperti daging merah, jeroan dan daging olahan seperti kornet, sosis, serta burger meningkatkan risiko kanker usus.

Apalagi jika jenis makanan tersebut digoreng menggunakan minyak dengan suhu tinggi atau dibakar. Bagian gosong berwarna hitam pada makanan yang dibakar tersebut merupakan zat karsinogenik yang memicu terjadinya kanker.

Gaya hidup sedenter

Pola hidup malas-malasan, jarang bergerak dan olahraga disebut sebagai gaya hidup sedenter. Pola hidup ini nantinya menyebabkan seseorang mengalami berat badan berlebih atau obesitas hingga penyakit metabolik seperti diabetes yang meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement