PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) atau dikenal pembelajaran secara online, diduga bisa sebabkan learning loss bagi pelajar. Hal tersebut diluruskan oleh ikatan dokter anak indonesia (IDAI).
Menurut Ketua UKK Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, IDAI, Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K) bahwa tidak bisa digeneralisasikan atau disapu ratakan bahwa PJJ menyebabkan learning loss. Di mana learning loss bisa terjadi pada beberapa anak (personal) atau tidak secara menyeluruh.

"Dalam hal learning loss yang perlu kita jawab adalah, apakah kita alami learning loss? kita butuh kajian sahih. Di mana IDAI nggak tinggal diam, kami lakukan penelitian dan learning loss itu ada tapi bersifat personal atau tidak bisa digeneralisasikan," ungkap Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K) dalam media briefing Evaluasi PTM bersama IDAI dan KPAI.
Lebih lanjut, ia menjelaskan learning loss, sebagai situasi menurunnya pengetahuan dan kemampuan (knowledge and skill) anak. Hal tersebut disebabkan, adanya diskontinuitas atau terinterupsinya pembelajaran karena Covid-19.
Sementara PJJ menjadi salah satu metode pembelajaran agar tetap berlangsung. dr Suryawan pun menegaskan jika para orang tua harus memahami situasi dan makna dari PTM dan PJJ.
BACA JUGA:Studi: Ratusan Anak Sakit Parah Akibat Covid-19 karena Belum Divaksin
"PJJ itu merupakan salah satu taktik untuk mengurangi learning loss ya. Jangan dibalik PJJ dampaknya learning loss, supaya orang tidak bingung antara PTM dan PJJ atau learning loss," imbuh dr. Suryawan.