Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Tentang Vaksin Cacar Monyet yang Disetujui FDA

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Senin, 22 Agustus 2022 |16:33 WIB
4 Fakta Tentang Vaksin Cacar Monyet yang Disetujui FDA
Vaksin Cacar Monyet sudah ada (Foto: News NPR)
A
A
A

4 FAKTA tentang vaksin cacar monyet yang disetujui FDA yang belum banyak orang tahu. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) saat ini telah menyetujui 2 jenis vaksin untuk mencegah penyebaran cacar monyet.

Ya, akhir-akhir ini di beberapa negara, cacar monyet atau monkeypox telah menjadi momok setelah menginfeksi banyak orang. Penyakit satu ini mencuri perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah beberapa negara melaporkan kasus ini.

 vaksin cacar monyet

Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang merupakan bagian dari genus orthopoxvirus, yang termasuk virus penyebab penyakit cacar. Penyakit ini ditandai dengan demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam yang meluas serta menyebabkan banyak lesi pada wajah dan ekstremitas.

Sejauh ini, penyakit yang mulanya langka ini belum ada pengobatan khusus atau antivirus yang terbukti dapat menyembuhkan cacar monyet. Namun, FDA dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah menyetujui vaksin untuk mencegah cacar monyet.

Diketahui, terdapat beberapa fakta tentang vaksin yang disetujui FDA itu. Lantas, apa saja fakta tentang vaksin cacar monyet yang disetujui FDA? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan okezone berikut ini.

4 Fakta Tentang Vaksin Cacar Monyet yang Disetujui FDA

Berikut ini 4 fakta tentang vaksin cacar monyet yang belum banyak orang tahu.

 

1. Ada 2 jenis vaksin cacar monyet yang disetujui FDA

Dikutip dari laman resmi FDA, sejauh ini mereka telah menyetujui dua jenis vaksin cacar yang dapat digunakan sebagai perlindungan terhadap cacar monyet, yaitu JYNNEOS dan ACAM2000.

Vaksin JYNNEOS

Vaksin cacar JYNNEOS disebut dengan imvanex atau imvamune. Vaksin ini mengandung vaksin virus hidup yang mengandung Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN), orthopoxvirus yang dilemahkan dan tidak bereplikasi.

Menurut FDA, orang yang telah menerima vaksin cacar air atau varicella sewaktu bayi, kemungkinan hanya membutuhkan satu dosis JYNNEOS. Namun, seseorang yang sama sekali belum pernah divaksin cacar air disarankan untuk mendapatkan vaksin ini sebanyak dua dosis. Untuk dosis kedua diberikan dengan selang waktu satu bulan setelah pemberian dosis pertama.

Vaksin ACAM2000

Vaksin ACAM2000 adalah vaksin mengandung virus hidup atau vaccinia yang dapat berkembangbiak. Penggunaan vaksin ini tidak sembarangan, sebab mekanismenya melalui Expanded Access Investigational New Drug (IND) FDA, yang memerlukan persetujuan berdasarkan informasi bersama dengan persyaratan IND tambahan.

Setelah mendapat dosis vaksin ini, tubuh membutuhkan waktu sekitar 4 minggu untuk membangun kekebalan terhadap virus monkeypox setelah Anda menerima dosis kedua ACAM2000. Seseorang yang baru mendapatkan vaksin ACAM2000 akan merasakan efek berupa benjolan merah yang gata yang membutuhkan waktu hingga 6 minggu untuk menyembuhkan lesi atau benjolan tersebut.

 BACA JUGA:Mendeteksi Cacar Monyet Lewat PCR, Simak Bedanya dengan Covid!

2. Sasaran yang menerima vaksin

Saat ini, CDC merekomendasikan orang-orang sebagai penerima vaksin adalah orang yang paling berisiko tertular cacar monyet. Hal ini termasuk golongan:

-Orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien cacar monyet, seperti: keluarga, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya.

-Seseorang yang telah melakukan hubungan seks dengan penderita cacar monyet

-Seseorang yang bekerja di laboratorium dan menangani sampel orthopoxvirus

-Anak-anak yang berusia di bawah 8 tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement