Meski bernuansa rimba, kata dia, area kemah yang menampung 200 tenda ini telah dilengkapi aliran listrik untuk penerangan. Wisatawan dapat membawa kemahnya sendiri maupun menyewa.
Pengelolaan wisata kemah yang baru sekitar setelah tahun sejak akhir 2021 bersama masyarakat sekitar, mulai gandrung sejak Februari 2022. Silih berganti, wisatawan yang datang mulai nyaman dengan pemandangan rimbun di sekitarnya.
Menurut Taufik, kebangkitan ekonomi masyarakat sekitar area wisata perlu didorong dengan kreativitas. Kolaborasi berbagai pihak yang peduli terhadap ekonomi masyarakat desa sangat diperlukan.
"Untuk mengelola objek wisata bersama masyarakat ini, kami bahu-membahu membuka wawasan, keterbukaan dan kekompakan sehingga terwujud objek wisata yang menarik," katanya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.