Merespon komentar negatif netizen tersebut, dalam video yang sudah mendapat lebih dari 2,4 juta kali penayangan itu, Olivia dengan percaya diri tak mau menggubris komentar jahat orang asing tersebut, bahkan ia secara tegas mengatakan ia lebih memilih untuk meninggal dunia daripada harus dengan sengaja mengamputasi tangannya.
“Saya tidak bisa membiarkan komentar seseorang yang bahkan tidak saya kenal mengganggu diri saya,” tegas Olivia.
Olivia mengatakan, awalnya tidak berniat untuk membuat konten seputar kondisi lengannya. Tapi ia melihat, isu dan kondisi yang ia idap tidak pernah terlihat di dunia sosial media sebelumnya. Maka dari itu, Olivia berpikir dengan aktif menggunakan sosial media seperti TikTok, masyarakat jadi bisa lebih peduli dengan malformasi vascular seperti yang ia idap.
“Saya ingin orang-orang seperti saya bisa mendapat teman seperjuangan, ‘hei itu seseorang memiliki kondisi kesehatan sama seperti saya”, atau 'Hei, dia terlihat seperti saya,” tambahnya.
Sehari-hari, walau terkadang mengalami pembekuan darah yang menyakitkan. Olivia mengaku ia tetap bisa menjalani hidupnya dengan normal, seperti remaja seusianya.
“Saya bisa berolahraga, bergaul dengan teman-teman, dan teman-teman saya akan mempertanyakan soal lengan ini. Tetapi saya selalu terbuka dan bersedia menjawab pertanyaan dari mereka. “Saya benar-benar bersyukur bahwa lengan saya tidak memberi saya kerugian apa pun dalam hidup,” tandas Olivia.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.