Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi: Dibanding Delta, Omicron Berpeluang Lebih Kecil Sebabkan Long Covid

Pradita Ananda , Jurnalis-Jum'at, 17 Juni 2022 |18:00 WIB
Studi: Dibanding Delta, Omicron Berpeluang Lebih Kecil Sebabkan Long Covid
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

Ditambah dengan karakter Omicron yang lebih cepat menular, sehingga jumlah pasien positif juga lebih banyak, membuat jumlah absolut yang sekarang mengalami Long Covid juga jadi lebih tinggi.

Studi penelitian ini diyakini sebagai penelitian akademis pertama yang menunjukkan bahwa Omicron tidak menimbulkan risiko Long Covid, tetapi itu tidak berarti jumlah pasien Covid-19 yang lama jadi menurun, kata tim peneliti.

Dokter Claire Steves, ketua studi peneliti mengatakan meski ini adalah kabar baik, tapi ia berharap para penyedia layanan kesehatan tidak berhenti melayani pasien yang mengeluhkan mengalami gejala Long Covid.

"Ini kabar baik, tapi tolong jangan hentikan layanan Long Covid," kata Dr.Claire Steves saat diwawancara Reuters.

Masih dari studi penelitian yang sama, disebutkan pula kalau risiko pasien mengalami sisa gejala n lebih rendah dibandingkan dengan Delta, tetapi ini hanya terlihat untuk orang yang divaksinasi lengkap dua dosis. Begitu juga dengan orang yang sudah menerima vaksin Covid-19 tiga kali.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement