VITAMIN D merupakan vitamin yang dibutuhkan bagi kesehatan masyarakat. Apalagi Vitamin D dipercaya sebagai suplemen kesehatan, yang dapat diperoleh secara gratis melalui asupan makanan dan cukup sinar matahari.
Sebagaimana diketahui, vitamin D berperan dalam membantu memelihara daya tahan tubuh. Selain diperoleh secara alami, vitamin D juga tersedia sebagai suplemen kesehatan dan obat.

Merangkum dari laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) @bpom_ri, Senin (23/8/2021), penggunaan dosis 1000 IU ditujukan untuk meningkatkan kadar vitamin D secara cepat dalam tubuh karena mengalami kondisi tertentu.
Selain itu kebutuhan harian vitamin D berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG). Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan dalam mengonsumsi vitamin D dalam jumlah dosis tertentu. Sebab, usia 10-64 tahun sebesar 600 IU per hari. Sementara usia >64 tahun sebesar 800 IU per hari.
Berikut tips aman mengonsumsi vitamin D sebagai suplemen kesehatan:
1. Pahami bahwa suplemen kesehatan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi atau efek fisiologis dan bukan untuk mengobati suatu penyakit.
2. Hal-hal yang perlu diperhatikan sesudah penggunaan selama dosis 1000 IU:
Periksa kadar vitamin D darah sesudah penggunaan selama enam bulan atau lebih. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan pada ibu hamil dan menyusui. Hentikan penggunaan bila terjadi reaksi alergi.
BACA JUGA:Rambut Sering Rontok? Ini Cara Deteksi Kekurangan Vitamin D
3. Tidak perlu mengonsumsi secara berlebihan jika kebutuhan vitamin D sudah tercukupi dari asupan makanan dan paparan sinar matahari.