Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono menambahkan bahwa lahirnya vaksin BUMN ini adalah bukti bahwa masalah ketahanan kesehatan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan itu bukan hanya ada di Kementerian Kesehatan, tapi tanggung jawab bersama.
"Vaksin BUMN ini menjadi bukti keterlibatan BUMN, peneliti dari berbagai universitas, dan BPOM, dalam menjamin kesehatan masyarakat. Ini tanggung jawab kami bersama demi masyarakat," tambah Dante.
Sekadar informasi, Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara Holding BUMN Farmasi dengan Baylor College of Medicine. Targetnya, setelah vaksin mengantongi EUA, Bio Farma menargetkan bisa mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Oktober 2022.
Sebelumnya, Bio Farma telah melakukan melakukan uji klinis fase 1 terhadap vaksin BUMN. Uji klinis ini dengan menyuntikkannya kepada 175 orang. Hasilnya menunjukkan keamanan yang baik.
Lalu, uji klinis fase II pun sudah dilakukan dengan menyuntikkan vaksin tersebut kepada 360 orang. Hasilnya disampaikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Juni ini. Jika hasilnya berhasil, makan melakukan uji klinik fase III pada bulan ini.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.