Pascal berupaya bangkit dari kondisi ini dengan membentuk kelompok restorasi terumbu karang bernama “The CorAlliance.”
Upaya ini sebagai alternatif untuk membangkitkan perekonomian di tengah pembatasan kegiatan akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyak pekerja kehilangan pekerjaan.
“Saya berpikir bagaimana menghasilkan uang dengan keahlian saya (karang dan kegiatan restorasi karang). Kemudian muncullah gagasan untuk mengupayakan kegiatan restorasi karang berbasis komunitas, dan akhirnya terbentuk “The CorAlliance” terbentuk,” ungkapnya.
Ahli biologi kelautan ini menyatakan bahwa usaha yang dirintisnya tidak hanya bertujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat dengan terciptanya lapangan pekerjaan, juga membantu pemulihan ekosistem terumbu karang sekaligus mengedukasi masyarakat setempat.
“Masyarakat lokal seumur hidupnya tinggal di Nusa Penida, tetapi tidak tidak paham apa itu terumbu karang. Kami berupaya mengubah kultur tersebut dengan mengedukasi pentingnya terumbu karang untuk hidup mereka dan pentingnya untuk menjaga keanekaragaman hayati,” tambah pelaku restorasi karang ini.