SAKIT diare bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dengan berbagai penyebab mulai dari rotavirus hingga penggunaan antibiotik berlebihan.
Biasanya, saat anak diare frekuensi buang air besarnya lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi tinja cair. Lalu, pertolongan pertama apa yang sebaiknya dilakukan orangtua?

"Tatalaksana diare tanpa dehidrasi, anak diberi makan jangan setop makan. Sedikit-sedikit tapi sering, setiap dua jam. Makanan tidak boleh yang berlemak, bersantan," ujar Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Anak di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Frieda Handayani Kawanto.
Anda bisa memberi anak asupan zink untuk menguatkan saluran cerna dan menurunkan risikonya kembali terkena diare hingga tiga bulan mendatang.