4. Imunoterapi
Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang menggunakan sistem imun di dalam tubuh untuk melawan kanker. Pengobatan ini juga bisa dikombinasikan dengan kemoterapi. Obat imunoterapi yang biasa digunakan untuk mengobati kanker paru-paru adalah pembrolizumab dan atezolizumab.
Anda mungkin akan menjalani imunoterapi melalui tabung plastik yang masuk ke vena besar dada (garis tengah) dan vena di lengan (kanula). Dibutuhkan sekitar 30 hingga 60 menit untuk menerima dosis, dan Anda mungkin memerlukan dosis setiap 2 hingga 4 minggu. Jika efek sampingnya mudah ditangani ditangani dan terapinya berhasil, imunoterapi dapat dilakukan hingga 2 tahun.
5. Terapi target
Terapi bertarget yang juga dikenal sebagai terapi biologis ini menggunakan obat-obatan yang dirancang untuk memperlambat penyebaran kanker paru-paru non-sel kecil stadium lanjut. Terapi ini hanya cocok untuk orang yang memiliki protein tertentu dalam sel kankernya.
Dokter Anda mungkin akan melakukan tes pada sel yang diambil dari paru-paru dengan cara biopsi untuk mempetimbangkan penggunaan jenis pengobatan ini. Efek samping yang terjadi di antaranya, seperti gejala flu, menggigil, suhu tinggi, nyeri otot, kelelahan, diare, kehilangan selera makan, sariawan, dan merasa sakit.
6. Ablasi frekuensi radio
Ablasi frekuensi radio dapat digunakan untuk mengobati kanker paru-paru non-sel kecil pada tahap awal. Dokter akan menggunakan pemindai CT untuk memandu jarum ke lokasi tumor. Nantinya, jarum akan ditekan ke dalam tumor dan gelombang radio dikirim melalui jarum. Gelombang ini menghasilkan panas, yang dapat membunuh sel kanker.
Komplikasi paling umum terjadi adalah kantong udara terperangkap di antara lapisan dalam dan luar paru-paru Anda (pneumotoraks). Meskipun begitu, hal ini dapat diobati dengan menempatkan tabung ke paru-paru untuk melepaskan udara yang terperangkap.
(Helmi Ade Saputra)