COVID-19 disebut tidak lebih mematikan daripada influenza di Inggris. Hal ini menurut analisis terbaru oleh Financial Times.
Dalam analisis itu mengatakan, varian Omicron (BA.1) menunjukkan penurunan keparahan dari varian Covid-19.

"Terjadi kombinasi tingkat kekebalan yang tinggi dan penurunan keparahan varian Omicron", tulis para penulis dilansir dari News24, Kamis (17/3/2022)
Dalam penjelasannya, lebih dari 80% orang berusia 12 tahun ke atas telah divaksinasi lengkap di Inggris, sementara hampir 70% dari kelompok ini telah menerima dosis vaksin booster. Hal tersebut untuk melindungi diri dari varian Omicron atau lainnya dari Covid-19.
Peneliti klinis epidemiologi menjelaskan, antara Omicron dengan flu itu berbeda alias tidak memiliki kesamaan. Namun dia mengatakan, vaksinasi membuat risiko pada individu atas keduanya menjadi sangat mirip.
“Apakah Omicron sama dengan flu? Tidak. Tetapi vaksin telah membuat risiko pada individu menjadi sangat mirip,” ujar Dr. Raghib Ali, Peneliti Klinis Senior Dalam Epidemiologi di Universitas Cambridge.
Ali menambahkan, ini membuat lonjakan besar dalam penerimaan pasien atau kematian di rumah sakit tidak mungkin. Sementara Omicron tetap menjadi varian dominan yang menyebabkan infeksi.
Disebutkan bahwa perhitungan mereka menunjukkan, jumlah kematian terkait Covid di Inggris telah turun di bawah flu musiman yang memiliki tingkat kematian 0,04% untuk pertama kalinya selama pandemi.
BACA JUGA:Terus Berkurang, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 998 Pasien Covid-19
“Angka kematian infeksi dari Covid-19 turun lebih dari 10 kali lipat dari sedikit lebih dari 1% pada Januari 2021 menjadi 0,1% pada Juli. Ketika kampanye vaksinasi Inggris diluncurkan, munculnya Omicron membawa tiga pengurangan lipatan,” tulis mereka.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.