PEMBERLAKUAN penghapusan tes antigen dan PCR bagi pelaku perjalanan bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau belum diminati oleh penumpang yang hendak bepergian pada hari pertama pelaksanaan kebijakan ini.
Sejumlah konter check in sejumlah maskapai penerbangan terlihat relatif sepi dan kosong. Demikian juga di lokasi ruang tunggu terminal penumpang bandara itu tidak terlihat adanya penumpukan penumpang pesawat di bandara itu.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, I Nyoman Noer Rohim mengatakan, bahwa saat ini pergerakan penumpang sedang dalam masa low season.
"Namun jika dihitung per harinya untuk saat ini, belum bisa, karena memang baru satu hari pemberlakuan Surat Edaran dari Kemenhub itu," katanya.
Namun, ia yakin dan optimistis dengan adanya pelonggaran itu, ke depannya akan mendongkrak jumlah penumpang yang datang maupun yang pergi di bandara tersebut.
Sebelumnya, pelonggaran serupa yang pernah berjalan pada 2021, secara perlahan-lahan mampu menaikkan jumlah penumpang, meski tidak terlalu signifikan.
Sebagai contoh, pada Januari 2021, misalnya, jumlah penumpang per hari mencapai 2.320 orang. Pada periode yang sama di 2022, jumlah penumpang per hari justru mencapai 3.387 penumpang.
Sementara itu, Ketua Airlines Bandara EL Tari Kupang, Yongki Tanasale berujar bahwa kebijakan pelonggaran terbaru akan meningkatkan jumlah penumpang yang bepergian dengan menggunakan pesawat terbang.
"Kami dari pihak maskapai sendiri sudah siap dengan adanya pelonggaran ini, dan sudah tentu memperhatikan aturan sesuai dengan SE yang baru dikeluarkan kemarin," ujar dia.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.