Sebelumnya, Wakil Direktur the Consumer Choice Center, lembaga internasional perlindungan konsumen yang berpusat di Washington DC Amerika Serikat, Yael Ossowski menyebut, adanya kampanye negatif produk tembakau alternatif akan menjadi mispersepsi pada perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional. Contohnya soal misinformasi produk tembakau alternatif, pengenaan pajak tinggi, pembatasan hingga larangan penggunaannya.
Yael juga mengatakan bahwa produk tembakau alternatif terbukti secara ilmiah memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95 persen dibandingkan rokok konvensional.
“Badan kesehatan maupun kelompok anti tembakau meyakinkan publik bahwa produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, dan kantong nikotin memiliki risiko yang sama atau bahkan lebih berisiko daripada rokok,” ungkap Yael.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.