Selain itu, sosok itu juga menceritakan tentang kondisi desa yang selama ini aman dan tentram. Lalu, ia menyarankan agar sebuah perayaan segera diselenggarakan sebagai tameng dari marabahaya dan bencana.
Setelahnya, sosok itu menghilang dan orang yang bermimpi tidak sadarkan diri. Warga desa kemudian menemukan orang tersebut tergeletak di bawah pohon bambu yang berada tidak jauh dari rumahnya. Kejadian ini tentu mengandung unsur mistis, namun dipercaya memang benar demikian adanya.
Setelah kejadian itu, warga desa langsung bergotong-royong menyelenggarakan tradisi Mappadendang. Mulai dari alat seperti alu’, lesung, padi, pakaian adat, hingga persiapan logistik untuk menjamu tamu pun turut dipersiapkan.

Di samping itu, penyelenggaraan Mappadendang juga dilakukan sebagai salah satu bentuk penolak bala, sebagaimana pesan sosok dalam mimpi tersebut. Tradisi ini dipercaya masyarakat setempat sebagai tameng terhadap bencana seperti Covid-19 yang tengah melanda beberapa negara, termasuk Indonesia.
Sebagian masyarakat di era modern mungkin tidak percaya akan hal itu, namun berbeda bagi masyarakat pedesaan. Mereka masih meyakini nilai-nilai budaya leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.