WALI KOTA Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rusdi Kamtono menyebut keberadaan Rumah Budaya di tepian Sungai Kapuas, Gang H Salmah, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara yang hampir selesai dipugar akan menjadi destinasi wisata baru di kota itu.
"Progres pembangunannya sudah 100 persen pengerjaannya, namun di halaman depan rumah itu akan dilengkapi dengan plaza," ungkap Edi.
Ia menerangkan, pihaknya telah membangun kembali sebuah bangunan rumah tua yang merupakan hibah dari ahli waris Abdurachman Arief kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan telah rampung dikerjakan, dan bangunan tua itu dipugar dan dimanfaatkan menjadi cagar budaya.
"Tahun ini kami pastikan bangunan ini bisa segera difungsikan," ujarnya.
Rumah Budaya ini akan difungsikan untuk kegiatan-kegiatan budaya, misalnya tari-tarian, pusat informasi wisata, bahkan sebagai destinasi bagi tamu atau wisatawan dari luar yang menyusuri Sungai Kapuas.

"Nanti kalau ada tamu, kita jamu di sini. Kita sedang buat dermaga untuk kapal wisata bersandar," ucapnya.
Menurutnya, bangunan yang sebelumnya sudah termakan usia ini memiliki luas tanah 1.428 meter persegi.
Bangunan tersebut direstorasi dengan mengembalikan bentuk aslinya beserta material aslinya yakni kayu belian.
Nantinya bangunan itu akan berfungsi sebagai rumah budaya dan destinasi berbagai kegiatan berkaitan dengan budaya.