Sementara di Inggris, subvarian BA.2 ada sekitar 9 persen pada kasus positif Covid-19. Di Inggris, analisis awal pelacakan kontak tanggal 27 Desember 2021 hingga 11 Januari 2022 oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (HSA) memperlihatkan penularan di rumah tangga lebih tinggi di antara kontak orang yang terinfeksi BA.2 sebanyak 13,4 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan kasus Omicron lainnya, 10,3 persen.
Para ilmuwan memantau subvarian BA.2 ini dengan cara yang sama seperti varian sebelumnya, contohnya Delta, yaitu dengan melacak jumlah genom virus yang dikirimkan ke database publik seperti GISAID.
Para ahli menyebutkan, seperti varian lainnya, jika seseorang terinfeksi BA.2, masih bisa dideteksi oleh alat tes virus corona di rumah. Meskipun alat tes semacam ini tak bisa tidak menunjukkan spesifik varian mana atas infeksi positif tersebut.
BACA JUGA:Waspada Omicron! Kasus Transmisi Lokal Kian Meroket
Beberapa laporan awal menunjukkan bahwa BA.2 kemungkinan, berpeluan lebih menular daripada BA.1 alias Omicron original yang sudah sangat menular. Tetapi sejauh ini tidak ada bukti bahwa BA.2 punya kemampuan menghindari kekebalan dari vaksin.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.