Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Mulai Waspadai Kenaikan Kasus Positif Covid-19 karena Varian BA.2

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 31 Januari 2022 |14:39 WIB
Ilmuwan Mulai Waspadai Kenaikan Kasus Positif Covid-19 karena Varian BA.2
Pasien Covid-19 karena varian Omicron (Foto: John hopkins)
A
A
A

VARIAN Omicron atau yang dikenal sebagai BA.1 yang sangat menular saat ini menyumbang hampir semua lonjakan infeksi virus corona secara global.

Ancaman pun belum berhenti, para ilmuwan sekarang sebagaimana dilapor Reuters, Senin (31/1/2022) sedang melacak peningkatan kasus yang disebabkan oleh sepupu dekat atau Omicron siluman yang dikenal sebagai BA.2, yang mulai membalap dominasi BA.1 di beberapa bagian Eropa dan Asia.

 varian Omicron

Secara global, Omicron memang menyumbang 98,8 persen dari kasus infeksi Covid-19. Tapi, berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini beberapa negara sudah melaporkan adanya peningkatan dalam subvarian BA.2.

Sebagai informasi, selain BA.1 dan BA.2, WHO sudah mencantumkan dua subvarian lain di bawah payung Omicron yakni BA.1.1.529 dan BA.3. Semua subvarian ini, disebutkan terkait erat secara genetik, tetapi masing-masing memiliki mutasi yang bisa mengubah cara mereka berperilaku.

Ahli virologi komputasi di Fred Hutchinson Cancer Center yang melacak evolusi SARS-CoV-2, Trevor Bedford, lewat akun Twitter miliknya menuliskan berdasarkan analisisnya tentang pengurutan data dari database GISAID dan jumlah kasus dari Our World in Data di University of Oxford, ia menyebutkan subvarian BA.2 hadir di kurang lebih 82 persen kasus Covid-19 di Denmark.

Pejabat kesehatan Denmark menyebutkan, berdasarkan data awal diperkirakan subvarian BA.2 ini mungkin 1,5 kali lebih mudah menular daripada Omicron original. Walau kemungkinan tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Sementara di Inggris, subvarian BA.2 ada sekitar 9 persen pada kasus positif Covid-19. Di Inggris, analisis awal pelacakan kontak tanggal 27 Desember 2021 hingga 11 Januari 2022 oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (HSA) memperlihatkan penularan di rumah tangga lebih tinggi di antara kontak orang yang terinfeksi BA.2 sebanyak 13,4 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan kasus Omicron lainnya, 10,3 persen.

Para ilmuwan memantau subvarian BA.2 ini dengan cara yang sama seperti varian sebelumnya, contohnya Delta, yaitu dengan melacak jumlah genom virus yang dikirimkan ke database publik seperti GISAID.

Para ahli menyebutkan, seperti varian lainnya, jika seseorang terinfeksi BA.2, masih bisa dideteksi oleh alat tes virus corona di rumah. Meskipun alat tes semacam ini tak bisa tidak menunjukkan spesifik varian mana atas infeksi positif tersebut.

 BACA JUGA:Waspada Omicron! Kasus Transmisi Lokal Kian Meroket

Beberapa laporan awal menunjukkan bahwa BA.2 kemungkinan, berpeluan lebih menular daripada BA.1 alias Omicron original yang sudah sangat menular. Tetapi sejauh ini tidak ada bukti bahwa BA.2 punya kemampuan menghindari kekebalan dari vaksin.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement