MAGELANG - Apabila kamu berkunjung ke kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, jangan lupa untuk mengunjungi kebun buah lengkeng kateki.
Kebun buah ini dikembangkan oleh Serda Mugiyanto, yang kehilangan satu kaki akibat terkena ranjau darat saat bertugas sebagai prajurit TNI di Ambon Maluku tahun 2000.
Dari sebuah rekaman video, MNC Portal Indonesia menelusuri kisah di balik kesuksesan Mugiyanto. Dia adalah anggota TNI sekaligus seorang petani buah lengkeng kateki di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Mugiyanto berhasil membuat kebun buah lengkeng kateki di Borobudur berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Berbekal pengetahuan bertani yang mumpuni, dia mampu mengubah wajah kebun buah menjadi destinasi wisata baru di kawasan Borobudur.
Kebun buah dia didesain dengan konsep agro edukasi dan agrowisata menjadi cikal bakal sumber pendapatan masyarakat sekitar.
"Jadi kita sampaikan, dalam bertani atau berkebun, diusahakan agar tidak satu lubang untuk mendapatkan hasil. Di sini, kita buat konsep paling tidak agro edukasi, agrowisata, dari hasil buahnya kita kita dapat, dari edukasinya kita dapat, dari kunjungan (wisatawan) juga. Di sini ada tiga pendapatan selain penjualan buah, ini sangat luar biasa," kata dia.
BACA JUGA:Luncurkan Aplikasi Tlusure, Sandiaga: Semoga Wisatawan Makin Nyaman Berwisata di Tanah Air
BACA JUGA:Dear Traveler, Cek 4 Atraksi Wisata Ikonik di Tokyo Tutup Permanen Tahun Ini
Kebun buah lengkeng berada di atas lahan sekitar 1,3 hektare. Kebun itu mulai dibangun sejak Februari 2015. Posisinya berada satu kilometer (km) dari arah Barat Candi Borobudur.
Kebun buah itu juga milik Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) yang dikelola langsung Mugiyanto. Keuletan dan semangatnya membuat dia berhasil meng-supply 50 ton buah lengkeng dalam satu tahun. Jumlah itu berasal dari 250 pohon.
Bahkan, badan usaha Desa itu menjadi kebun buah terbaik di Indonesia yang terverifikasi di Kementerian Pertanian sepanjang 2016-2020. Keunggulan ini karena satu tangkai dari satu pohon bisa menghasilkan 4,5-5 kilo buah lengkeng kateki.
"Terbukti di sini ada bunga, buah siap panen, ini kapan pun mau ke sini, setiap hari, kapan pun ada buahnya. Jadi kita memang pembuahan di luar musim yang kita masukan ke sini. Ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, memiliki daya saing yang cukup tinggi juga," katanya.