Data tersebut bisa diketahui melalui dokter yang merawatnya.
"Sebab tidak ada dokter yang bisa menjawab kecuali dokter yang merawatnya dan otoritas yang terkait di sana yang memiliki kewenangan untuk menjawab dan data ini. Selebihnya tidak ada yang punya data," tambahnya.
Menurutnya Komnas atau Komda KIPI mungkin memiliki data terkait dengan kejadian tersebut. Sebab keduanya memiliki hak dan kewajiban untuk menginvestigasi. Sebab, di luar itu tidak ada orang yang tahu jawaban pastinya.
Baca juga: WHO Rekomendasikan Dosis Vaksin Pfizer Dikurangi untuk Anak di Bawah 12 Tahun
"Sehingga kita menunggu investigasi terkait kasus ini. Namun, di dunia belum ada kasusnya (meninggal) akibat vaksin Covid-19," tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.