Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tikus 'Pahlawan' Pengendus Ranjau Tutup Usia, Jasamu Selalu Dikenang

Antara , Jurnalis-Jum'at, 14 Januari 2022 |14:42 WIB
Tikus 'Pahlawan' Pengendus Ranjau Tutup Usia, Jasamu Selalu Dikenang
Tikus pahlawan (Foto: Antara)
A
A
A

SELAMA ini banyak orang yang benci tikus karena dianggap pembawa penyakit. Namun sejatinya tak semua tikus menjijikkan.

Terdapat seekor tikus yang dianggap sebagai pahlawan karena jasa-jasanya. Magawa, tikus pengendus ranjau di Kamboja yang sukses menemukan lebih dari 100 ranjau dan bahan peledak selama lima tahun mengabdi. Ia merupakan tikus hebat yang bisa menyelamatkan nyawa banyak orang.

Ia tutup usia pada usia 8 tahun. Magawa, yang mati pada akhir pekan, adalah salah satu tikus pahlawan tersukses yang dikerahkan oleh badan amal internasional APOPO, yang mengerahkan tikus berkantung raksasa Afrika untuk mendeteksi ranjau darat dan TBC.

 tikus pengendus ranjau

"Magawa dalam kondisi sehat dan melewatkan pekan terakhirnya bermain dengan semangat seperti biasa, tapi jelang akhir pekan dia mulai lemas, lebih sering tidur dan tidak terlalu berminat terhadap makanan pada hari-hari terakhirnya," kata organisasi nirlaba dalam pernyataan.

Kamboja adalah salah satu negara dengan ranjau darat paling banyak di dunia, dengan lebih dari 1.000 km persegi tanah masih terkontaminasi.

Kamboja punya jumlah orang yang diamputasi terbanyak per kapita, lebih dari 40.000 orang kehilangan anggota badan akibat ledakan.

Untuk menggambarkan risiko ekstrem di negara itu, tiga warga Kamboja yang bekerja membersihkan ranjau tewas pada hari Senin di provinsi Preah Vihear, yang berbatasan dengan Thailand.

Tiga orang dari kelompok Ranjau Swadaya Kamboja tewas akibat ledakan dari ranjau anti-tank, yang juga melukai dua orang lainnya, kata Heng Ratana, Direktur Jenderal Pusat Aksi Ranjau Kamboja.

APOPO mengatakan kontribusi Magawa memungkinkan masyarakat di Kamboja hidup, bekerja, dan bermain dengan lebih aman.

"Setiap penemuan yang dia buat mengurangi risiko cedera atau kematian bagi masyarakat Kamboja," kata APOPO.

Tikus berkantung raksasa Afrika bahkan menerima medali emas pada 2020 dari People's Dispensary for Sick Animals Inggris untuk "keberanian menyelamatkan nyawa dan pengabdian pada tugas".

Magawa, yang pensiun pada Juni 2021, lahir di Tanzania dan pindah ke Siem Reap di Kamboja pada 2016 untuk mulai membersihkan ranjau.

"Seorang pahlawan yang banyak jasa telah beristirahat selama-lamanya" kata APOPO.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement