ARKEOLOG dari Balai Arkeologi Maluku, Karyamantha Surbakti mengungkapkan, banyaknya peninggalan Perang Dunia II yang dimiliki Pulau Morotai, di Provinsi Maluku Utara berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu koridor wisata wilayah terluar Indonesia.
"Pulau Morotai bisa dikembangkan untuk menjadi salah satu koridor wisata wilayah terluar Indonesia dan dipadankan dengan konsep wisata budaya yang melibatkan masyarakat setempat," ujar dia.
Menurutnya, Kabupaten Pulau Morotai memiliki banyak peninggalan yang berhubungan dengan Perang Pasifik atau Perang Dunia II.
Untuk implementasi pelestarian dan pengelolaan jejak sejarah yang tersisa, kata dia, kawasan tersebut bisa dikembangkan menjadi koridor wisata wilayah terluar Indonesia.
Baca juga: Hamish Daud Kepincut Surga Bahari Pulau Morotai, Duh Makin Enggak Sabar Mau Liburan
Ia mengatakan, wisata pulau terluar dapat dikemas dengan memadukan wisata warisan sejarah perang bersama tradisi dan budaya lokal, guna menaikkan nilai jual pariwisata dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dirinya mencontohkan bahwa desa-desa di Morotai yang banyak ditemukan dari peninggalan sejarah perang, seperti di Daruba, Darame dan Gotalamo menjadi produk sejarah berwujud yang bisa dilengkapi dengan sajian tradisi dan budaya, kuliner, aktivitas keseharian masyarakat, kearifan lokal dan lainnya sebagai opsi produk pariwisata tidak berwujud.
Selain itu, kata dia, konsep pariwisata juga harus didukung dengan pencitraan melalui jargon-jargon kreatif yang disodorkan kepada publik luas, sehingga mendorong minat wisatawan untuk berkunjung.