BUDAYA ohitorisama atau single kini sedang tren di Jepang. Orang Jepang suka melakukan semuanya sendirian dan menikmati hidup tanpa gangguan siapa pun.
Tren single di negara sakura itu semakin menjamur, terbukti dari munculnya tempat-tempat khusus untuk didatangi sendirian.
Baca juga: Mengenal Kokusekiji Sominsai, Festival Telanjang Populer di Jepang Dipercaya Bawa Hoki
"Beberapa orang ingin menikmati waktunya sendirian, sedangkan sebagian orang lagi ingin terlibat dalam sebuah komunitas baru," ujar Miki Tateishi, seorang bartender di Bar Hitori, sebuah bar di Tokyo, Shinjuku, yang didesain khusus untuk solo drinker.
Tempat khusus "me time" ditunjukkan untuk konsumen yang introvert. Mereka biasanya merasa tak nyaman jika berada di tengah kelompok besar.
Di sini, konsumen berinteraksi dengan beberapa orang saja. Adanya tempat sempit membantu interaksi terjadi lebih mudah.
Bukan hanya bar dan restoran, tempat karaoke pun juga dapat dikunjungi oleh masyarakat serbamandiri.
"Permintaan karaoke satu orang telah meningkat menjadi 30 hingga 40%," kata Daiki Yamatani, manajer penjualan yang bekerja untuk perusahaan karaoke solo 1Kara di Tokyo.
Baca juga: Uniknya Festival Hitori Zumo, Pertarungan Pesumo Melawan Roh Padi
Di Jepang, tempat karaoke ada di mana-mana, dan permintaan dari tamu solo telah tumbuh. Perusahaan karaoke 1Kara mengubah ruangan untuk kelompok menjadi studio rekaman pribadi berukuran bilik telepon.
Masyarakat Super Solo
Istilah "super solo society" ("masyarakat super solo") menjadi kata kunci di kalangan peneliti hubungan sosial dan marketing.
Data resmi menunjukkan rasio rumah tangga dengan orang tua dan anak-anak secara bertahap menyusut karena lebih sedikit orang dewasa yang menjalin hubungan.