Selain memiliki hamparan pulau, Lembata berhasil mencuri perhatian dengan keanekaragaman warisan budaya lokal.
Bagi Anda yang berkunjung ke Lembata, bisa melihat pertarungan Hadok, warisan budaya tinju tradisional di beberapa desa di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Hadok biasanya digelar setelah “bako mehede” yaitu acara syukur panen pada kebun tertentu (man henadokei) sesuai tradisi yang diwariskan nenek moyang setempat.
Bagi warga setempat, Hadok merupakan ajang pertarungan bergengsi antar keluarga, kelompok, bahkan antar desa. Bahkan, jika ada anggota kelompok yang kalah dalam pertarungan, maka akan ada istilah balas dendam agar memperoleh kemenangan di musim panen selanjutnya.
Pertarungan Hadok dimulai dengan berdirinya 2 orang di tengah weho (arena pertarungan) yang bertugas sebagai wasit untuk mengatur waktu setiap ronde.
Peraturan tinju Hadok adalah bagian tubuh yang bisa dipukul hanya bagian perut ke atas, dengan sasaran utama wajah lawan. Semakin banyak memukul bagian wajah lawan, maka semakin besar peluang kemenangan.
Hadok selalu dilestarikan melalui berbagai event tahunan, agar generasi muda dapat mengenal dan meneruskannya.