“Merokok tentunya menjadi faktor risiko terbesar timbulnya kanker paru, yang bertanggung jawab atas lebih dari 80 persen kasus kanker paru di dunia. Kandungan berbahaya pada rokok dapat merusak sel paru-paru dan seiring berjalannya waktu bisa berkembang menjadi kanker,” tutur dr. Chin dalam virtual media briefing, ‘Meningkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker Paru’, Rabu (8/11/2021).
Ia menambahkan perokok pasif juga berisiko terjangkit kanker paru. Tentunya kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat tingginya jumlah perokok di Indonesia dan banyak pula orang yang terpapar asap rokok setiap harinya.
Selain itu situasi pandemi Covid-19 juga dapat meningkatkan risiko terhadap pasien kanker paru karena virus tersebut berdampak pada organ pernapasan.
Baca juga: Pengobatan Baru untuk Tingkatkan Harapan Hidup Penderita Kanker Paru
“Kondisi ini dapat memperburuk kondisi pasien. Perkembangan sel kanker pun dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi virus. Selain itu, perawatan kanker yang tertunda atau terhenti selama masa pandemi juga dapat menyebabkan risiko yang lebih tinggi bagi pasien,” tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)