Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Vinsensius Jemadu mengatakan bahwa ada sembilan kriteria penilaian dalam penentuan 44 desa wisata ini sebagai UNWTO Best Tourism Village.
Yaitu sumber daya alam dan budaya, promosi dan konservasi sumber daya budaya, keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial, keberlanjutan lingkungan, potensi dan pengembangan pariwisata serta integrasi rantai nilai. Lalu tata kelola dan prioritas pariwisata, infrastruktur dan konektivitas, kesehatan, keselamatan dan keamanan.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Sandiaga Uno Sampaikan Doa Menyentuh dari Hadits Rasulullah
Selain berbagai penghargaan yang telah diraih di tingkat lokal, nasional, dan internasional, proses penilaian dan perolehan sertifikasi desa wisata berkelanjutan dari Kemenparekraf tahun lalu dikatakan turut mendorong Desa Wisata Nglanggeran mampu memenuhi area evaluasi UNWTO.
"Pengelolaan berkelanjutan melalui peran aktif dan inovasi yang dilakukan pengelola, keberlanjutan sosial ekonomi yang ditunjukkan melalui rantai nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat, keberlanjutan budaya, serta lingkungan melalui upaya pengelolaan dan konservasi aset alam dan budaya," ujar Vinsensius.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.