Selama bekerja, pramugari itu menjelaskan, beberapa kali menggunakan seragam berbeda seperti setelan double breasted dengan syal pita, rok pensil dengan rompi permadani, setelan tiga potong lainnya dengan blazer dan ikat pinggang yang mana semuanya tidak nyaman untuk bekerja.
Saat ini, semua orang di maskapainya tanpa memandang usia, bentuk, ukuran, jenis kelamin harus mengenakan setelan jas tiga potong yang sama.
Selain itu, beberapa pramugari menyampaikan, aturan berpakaian masih konservatif meski sebagian besar operator maskapai telah ramah LGBTQ+.
Namun demikian, sebagian besar mereka menyetujui maskapai saat ini telah membuat langkah ke arah yang lebih baik, mereka memiliki pilihan untuk menggunakan celan dan kemeja, bukan hanya gaun atau rok.
(Kurniawati Hasjanah)