Tak heran, hanya orang Jepang yang sangat kaya untuk bisa mendapat perawatan wajah tersebut. Biasanya mereka adalah permaisuri, anggota wanita keluarga kekaisaran, dan putri bangsawan feodal.
Sementara untuk kaum laki-laki cenderung menghindari penggunaan perawatan kecantikan apapun selama periode itu. Hal ini karena tanda-tanda penuaan, seperti kerutan dan bintik-bintik dipandang sebagai tanda-tanda kebijaksanaan.
Di sisi lain, geisha selama periode itu juga mendapat hak istimewa untuk menggunakan uguisu. Itulah sebabnya istilah geisha facial diciptakan untuk pertama kali.
Baca juga: Mengenal Tradisi Unagi di Jepang, Memasukkan Belut ke Organ Intim Wanita hingga Orgasme
Meski begitu, tidak semua geisha mampu membeli sebotol uguisu, tetapi hanya geisha yang paling kaya, berpengaruh, dan berkuasa yang dapat menggunakan uguisu.
Kini, khasiat penggunaan uguisu telah dibuktikan secara ilmiah walaupun masih belum seratus persen jelas.
(Tradisi kecantikan wanita Jepang, Foto: sincere_ap47_official)
Baca juga: Mengenal Festival Kanamara Matsuri, Festival Penis Paling Meriah di Jepang
Seperti secara efektif dapat menghaluskan kulit, menghilangkan perubahan warna kulit, memberikan kilau kemerahan yang menakjubkan, mengecilkan pori-pori, mengatasi tanda-tanda penuaan, dan meningkatkan penampilan kulit secara keseluruhan.
Zat yang terkandung dari uguisu no fun memiliki tingkat urea yang tinggi secara alami, yang membantu kulit memertahankan kelembaban. Serta asam amino yang membuat kulit bercahaya dan melawan kerusakan akibat sinar matahari.
Sebelum digunakan pada kulit, kotoran itu menjalani sanitasi ultraviolet dan zatnya digiling menjadi bubuk putih halus. Kemudian, bubuk musky dicampur dengan air dan bahan lainnya untuk membuat masker dan dioleskan ke kulit wajah.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.