SEDIKITNYA ada 6 risiko menjadi pramugari dan ini tak gampang. Hanya mereka yang sudah terlatih yang mampu menghadapinya.
Melayani ratusan penumpang bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi harus mempertaruhkan nyawa sendiri setiap kali penerbangan.
Baca juga: Apa Sih Risiko Menjadi Pramugari Paling Menyedihkan?
Selain keselamatan, ada 6 risiko lain yang dihadapi oleh para pramugari. Berikut ini adalah rangkumannya:
1. Jarang Bertemu Keluarga
Menjalani profesi pramugari berarti harus merasakan pahitnya jauh dari keluarga. Ini adalah salah satu risiko terbesar yang harus ditanggung awak kabin.

Risiko menjadi pramugari salah satunya jarang bertemu keluarga
Pramugari harus terbiasa menahan rindu dengan sanak keluarga. Mereka tidak memiliki waktu yang leluasa untuk pulang ke kampung halaman.
2. Dipandang Sebelah Mata
Stigma negatif sudah melekat pada pramugari sejak lama. Banyak faktor yang menyebabkan profesi pramugari dipandang sebelah mata. Ada yang berpendapat bahwa tugas mereka hanya melayani penumpang. Ditambah desas-desus tentang sisi kelam pramugari.
Baca juga: Dihajar Penumpang di Pesawat, Pramugari Ini Harus Dilarikan ke Rumah Sakit
Faktanya, tugas pramugari tidak semudah yang terlihat. Mereka harus memastikan keamanan ratusan penumpang selama penerbangan. Pramugari juga berperan besar dalam keadaan darurat di pesawat.
3. Sering Telat Makan
Pramugari kerap melupakan kesehatannya sendiri ketika bertugas melayani penumpang.
Seorang pramugari Anisa Fajar bercerita bahwa dia pernah terkena asam lambung saat terbang di bulan Ramadhan. Dia memilih untuk mengutamakan kebutuhan penumpang daripada kebutuhannya.
4. Mengalami Pelecehan Seksual
Kasus pelecehan pramugari masih sering ditemukan. Insiden paling menyakitkan ini biasanya dialami oleh awak kabin wanita. Mereka kerap mendapat perilaku yang tidak menyenangkan, baik secara verbal maupun fisik.
Pramugari berhak bertindak dengan melaporkannya kepada pilot. Penumpang yang nakal akan dikenakan denda dan terancam diblacklist dari penerbangan.
5. Jam Tidur Berantakan
Jam kerja pramugari tentu saja berbeda dengan para pegawai kantoran. Tidak ada istilah 'pergi pagi pulang sore' ketika bekerja di dunia pernerbangan yang sibuk.
Hal ini menyebabkan pramugari memiliki jam tidur yang berantakan. Sebab, pramugari harus tetap terjaga ketika malam jika ada penerbangan di malam hari.

6. Pelatihan dan Seleksi yang Sulit
Pekerjaan pramugari melibatkan nyawa manusia. Mereka dilatih untuk ahli dalam melindungi penumpang di pesawat. Oleh karena itu, pramugari harus melewati beberapa pelatihan dan seleksi yang sulit.
Berbagai tes serta pelatihan dijalani oleh semua pramugari, termasuk pelatihan memberikan pertolongan pertama, memadamkan api, menghadapi perbedaan sifat manusia, sampai menolong ibu yang melahirkan.
(Salman Mardira)