Deni mengakui, pengembangan bisnis kepariwisataan di Labuan Bajo ini memang menyasar wisatawan-wisatawan kelas premium. Dia menyebutkan, harga sewa kapal phinisi tersebut mencapai Rp75 juta per hari.
"Di Labuan Bajo ini kita tawarkan wisata laut karena banyak pulau-pulau kecil dan itu wisata premium, beda sama wisata Pangandaran dan sebagainya. Orang yang datang ke sana itu dipastikan orang yang punya duit karena sewa Phinisi itu Rp75 juta per hari," tuturnya.
Disinggung nilai investasinya, Deni menyebutkan, pihaknya telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk merancang bangun kapal phinisi tersebut dan diharapkan dalam tiga tahun ke depan sudah break event point (BEP).
"Kapal phinisi ini sudah beroperasi dan nilai investasinya mencapai Rp8 miliar dan sementara ini kita maksimal Rp10 miliar.
Dalam hitungan kalkulasi, dalam tiga tahun kita bisa BEP dan ini diamini oleh teman teman di Komisi III (DPRD Jabar)," katanya.
"Sebulan itu target kita delapan trip dan bulan ini saja sudah ada lima trip," lanjut Deni.
Melihat besarnya peluang bisnis pariwisata di Labuan Bajo, tambah Deni, pihaknya berencana menghadirkan tiga unit kapal phinisi baru di Labuan Bajo hingga 2023 mendatang.
"Kita juga kolaborasi dengan pemerintah setempat (NTT). Kita punya ruang di sana karena dalam bisnis itu ada ruang ada kesempatan. Walaupun punya uang, tapi tidak ada kesempatan tetap saja akan sulit," tandas Deni.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.