PERNAH mendengar kehidupan di Palung Mariana? Atau masih asing dengan namanya? Berikut penjelasannya.
Bila Gunung Everest titik tertinggi di bumi, maka Palung Mariana adalah titik terdalam bumi.
Palung Mariana merupakan palung terdalam yang melintasi dasar laut, bahkan disebut bentuknya mirip jurang.
Baca juga: Hantu dari Laut Dalam Terungkap lewat Ekspedisi di Palung Mariana
Terletak di barat Samudera Pasifik di sebelah timur kepulauan Mariana, palung ini memiliki panjang 1.500 mil atau 2.550 kilometer dengan lebar 63 meter, serta kedalaman mencapai 11 kilometer.
Tak heran, Palung Mariana jauh lebih dalam daripada puncak Everest.

Kehidupan di Palung Mariana ditemukan sampah (Reuters)
Dirangkum dari beberapa sumber, Palung Mariana terbentuk ketika dua lempeng tektonik saling bertabrakan. Pada titik tumbukan, salah satu lempeng yang jatuh ke dalam mantel bumi, menciptakan parit laut.
Lantaran kedalamannya yang ekstrem, Palung Mariana diselimuti oleh kegelapan abadi dan suhunya hanya beberapa derajat di atas titik beku.
Tekanan airnya pun bisa mencapai 8 ton per inci persegi atau sekitar seribu kali tekanan atmosfer standar di permukaan laut.
Sebab itulah hanya makhluk hidup tertentu saja yang dapat hidup di Palung Mariana dengan tekanan yang ekstrem tersebut. Salah satunya adalah ikan seadevil yang pernah ditemukan.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Dunia Paling Banyak Dicari di Google Selama Pandemi COVID-19
Ikan seadevil termasuk hewan unik yang memiliki rupa menyeramkan bak monster. Disebut juga setan laut hitam, ikan ini memiliki cahaya yang terlihat seperti lampu penerangan di kepalanya. Dan ternyata, ini berfungsi untuk memikat mangsa yang mendekatinya.
Adanya lampu itu menjadi kelebihan tersendiri bagi seadevil sehingga mereka bisa hidup di kedalaman laut tanpa bermandikan cahaya.