Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakar Kesehatan Ungkap Mengapa Covid-19 Bisa Menular Cepat

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 01 November 2021 |12:47 WIB
Pakar Kesehatan Ungkap Mengapa Covid-19 Bisa Menular Cepat
Pandemi Covid-19 (Foto: Oddity central)
A
A
A

COVID-19 menjadi penyakit yang paling ditakuti masyarakat saat ini. Terlebih dengan kemampuan virus ini yang dapat menular dengan cepat dan menjadi pandemi di seluruh dunia. Lantas mengapa Covid-19 bisa dengan cepat menular?

Merangkum dari laman Instagram pribadi @dr.fajriaddai, Senin (1/11/2021), Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan bahwa terdapat publikasi dari jurnal terbaik sains yang menjelaskan fenomena tersebut.

 pandemi Covid-19

"Penelitian ini dilakukan di Austria pada saat pandemi awal. Jadi pada varian yang lama. Penelitian ini menggabungkan antara surveilans genomik dengan epidemiologi," terang dr. Fajri dalam unggahan video singkatnya.

Lebih lanjut, penelitian tersebut menyebut bahwa fenomena superspreader (penyebar super) itu bisa terjadi dan hanya membutuhkan satu sampai tiga virus saja. Alhasil sangat sedikit virus Covid-19 yang dibutuhkan untuk bisa menginfeksi seseorang.

"Dikit virusnya. Itulah mengapa virus Covid-19 infeksinya mudah sekali menular. Sebab hanya membutuhkan 1-3 virus saja sudah bisa ketularan. Jadi jangan kaget kalau dulu ada berita di Austria, dengan 10 detik bisa tertular Covid-19. Ini karena jumlah virusnya sangat sedikit," sambungnya.

Dokter Fajri menjelaskan, intinya masyarakat tetap perlu melakukan protokol kesehatan untuk menghindari infeksi Covid-19. Caranya dengan memakai masker dan hindari ruang tertutup jangan sampai Covid-19 meledak kembali.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement